• info@njombangan.com

Usai Galungan, Umat Hindu di Wates Wonosalam Bersiap Sambut Kuningan

Usai Galungan, Umat Hindu di Wates Wonosalam Bersiap Sambut Kuningan

Spread the love

JOMBANG – Usai merayakan Hari Raya Galungan yang diperingati setiap 210 hari sekali, kini umat Hindu di Dusun Wates, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang bersiap  menyambut Hari Raya Kuningan yang akan diperingati awal Januari pekan depan. 

Seperti terlihat di Pure Tribuana, Dusun Wates kemarin (28/12). Tampak Pinto, pemangku pure membersihkan beberapa sisa perayaan hari raya galungan yang diperingati Rabu (28/12) lalu. ”Jadi Hari Raya Galungan itu hari raya sebelum kuningan. Ini merupakan rangkian hari raya sebelum Nyepi nanti,’’ ujar dia. 

Hari Raya Galungan diperingati umat Hindu secara sederhana. Umat Hindu hanya melakukan sembahyang di malam hari dan membuat beberapa sajian di Padmasana alias tempat sembahyang. ”Galungan artinya merayakan kemenangan dari dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan),’’ jelasnya.

Selain sajian, ada yang khas dari Hari Raya Galungan. Yakni umat Hindu membuat beberapa penjor semacam hiasan yang terbuat dari rangkaian janur. Penjor itu diletakkan di dalam pure dan rumah warga. ”Selain itu juga membuat canang sebagai tempat sajian,’’ beber dia.

Kini umat Hindu tengah bersiap menyambut Hari Raya Kuningan, yang  diperingati setiap 210 hari dalam setahun. Di kalender umum, Hari Raya Kuningan diperingati 5 Januari tahun depan. ”Hari Raya Kuningan diperingati sebagai wujud menghormati orang tua. Biasanya, diwujudkan dalam bentuk membuat sesajian nasi kuning,’’ pungkas lelaki yang menjadi pemangku 28 tahun ini. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 

Article courtesy: Radarjombang.jawapos.com

Photo courtesy: Radarjombang.jawapos.com

admin

Njombangan adalah inisiatif untuk melestarikan dan mempromosikan heritage Jombang berupa seni, budaya, bahasa, adat, sejarah, peninggalan bangunan atau bentuk fisik serta lainnya.

Leave your message