• +62 858-5652-7005 Nuril
  • info@njombangan.com

Category ArchiveTulisan Diaspora

Pengembangan Potensi Entrepreneur Masyarakat Dusun Glugu Desa Katemas Kabupaten Jombang melalui Pengenalan Akuaponik oleh KKN 64 UMM

Pendahuluan

Di era modern saat ini, banyak sekali bermacam – macam kreativitas maupun inovasi yang telah dikembangkan oleh masyarakat. Hal tersebut menciptakan sebuah potensi yang dapat dikembangkan sebagai terobosan sebuah bisnis yang menguntungkan.        Di dalam dunia bisnis, keuntungan dapat ditunjang oleh beberapa faktor yaitu dari tingkat SDM dan pengembangan teknologi yang telah dimutakhirkan. Inilah alasan mengapa seorang pebisnis melihat secara komprehensif faktor yang dapat mempengaruhi keuntungan sebuah bisnis.

 

Teknologi merupakan salah satu media penunjang dalam sebuah bisnis. Beberapa tempat di dunia sudah mengembangkan teknologi yang tidak membutuhkan banyak sumber daya dalam penggunaannya dan hasil yang di dapatkan juga berlipat ganda. Namun, tidak menutup kemungkinan beberapa daerah masih menggunakan teknologi konvensional. Alasan mengapa hal tersebut terjadi adalah SDM yang rendah juga terbatasnya informasi yang di dapatkan. Tingkat edukasi yang dimiliki juga dapat mempengaruhi kualitas dalam pengoptimalan teknologi yang dipakai. Sehingga produksi yang dihasilkan belum mencapai titik maksimal dikarenakan hal tersebut.

 

 

Dilihat dari potensi masyarakat untuk mengembangkan bisnis di dunia perairan sangatlah rendah. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat, khususnya Dusun Glugu belum pernah mencoba mengembangkan potensi bisnis di bidang lain. Sehubungan dengan adanya program Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Muhammadiyah Malang, Tim KKN 64 yang bertugas di Dusun Glugu memiliki inisiatif untuk mengembangkan potensi baru dibidang perikanan. Salah satu program unggulan dari Tim KKN 64 yaitu Pengenalan Teknologi Akuaponik.

 

Dusun Glugu, Katemas, Kudu, Jombang

Dusun Glugu merupakan salah satu bagian dari Desa Katemas yang berada di Kecamatan Kudu dimana mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan peternak. Menurut data Pemerintah Kabupaten Jombang pada tahun 2014, jumlah jiwa yang menempati Kecamatan Kudu yaitu 28.908 jiwa, sedangkan menurut sensus pada tahun 2009 yang dilakukan di Desa Katemas berjumlah 4.225 jiwa. Dilihat dari kondisi topografi, dusun ini termasuk wilayah yang kering dan tidak memiliki intensitas air yang cukup tinggi untuk mengembangkan potensi pertanian. Menurut data Kabupaten Jombang tahun 2016, panjang sungai Desa Katemas yaitu 10.440 Km dan debit air yang dimiliki sebesar 0,77 m3 (min) dan 20,00 m3 (maks). Untuk wilayah Glugu sendiri, menurut data Kabupaten Jombang 2012, Luas waduk yang dimiliki yaitu 0,48 Ha, Volume waduk 5.760 m3 untuk pengairah diseluruh sawah yang berada di dalam dusun. 

 

 

Mayoritas petani di Dusun Glugu merupakan petani tembakau, dikarenakan intensitas air yang rendah dan juga kondisi tanah yang kering juga menunjang kualitas tembakau yang dihasilkan. Inilah alasan mengapa petani masih mempertahankan tembakau sebagai aset terbesar yang dimiliki oleh dusun tersebut. Seiring pergantian musim, petani juga menanam padi atau jagung pada musim hujan. Kurangnya air juga menjadi kendala saat musim kemarau tiba, maka dari itu petani lebih memilih menanam tembakau. Peternak di wilayah tersebut sebagian besar memilih untuk beternak sapi, kambing, dan ayam. Penghasilan dari peternakan juga cukup untuk menunjang sebagian besar perekonomian masyarakat di dusun tersebut.

 

Pengenalan Teknologi Akuaponik Kepada Masyarakat

 

Akuaponik adalah teknologi yang diciptakan untuk menggabungkan budidaya perikanan serta pertanian dalam satu wadah. Teknologi ini memiliki keuntungan dalam sistem pengolahannya yaitu penghematan sumber daya air dan listrik. Sehingga teknologi ini terbilang ramah lingkungan serta dalam penempatannya juga tidak memerlukan ruang yang luas. Teknologi ini biasanya memakai ikan air tawar konsumsi seperti ikan lele, bandeng, nila dan lain-lain. Begitupun juga dengan tanaman yang menggunakan tanaman pangan seperti kangkung, sawi, selada dan lain-lain. Perawatan pada teknologi ini sama seperti budidaya pada umumnya, yang berbeda yaitu tidak perlu mengganti air media (sipon), hanya saja perlu menambah debit air dikarenakan pasti berkurang akibat digunakan tanaman untuk tumbuh.

 

 

Akuaponik merupakan terobosan bagi masyarakat di wilayah Dusun Glugu yang memiliki debit air yang minim. Disamping itu pemanfaatan Akuaponik juga memiliki keuntungan tersendiri. Ditinjau dari keuntungan yang dihasilkan, hal ini dapat meningkatkan produktivitas ekonomi di wilayah Dusun Glugu. Dilihat dari potensi masyarakat khususnya, penerapan teknologi ini difokuskan kepada ibu – ibu yang tidak memiliki aktivitas selain kegiatan rumah. Tim KKN 64 Universitas Muhammadiyah Malang mencoba memberikan pengenalan serta pengarahan terkait proses pengolahan Akuaponik tersebut. Respon yang di dapatkan cukup interaktif. Melalui teknologi ini Tim KKN 64 memiliki harapan untuk menunjang perekonomian masyarakat Dusun Glugu. Dilihat dari pendapat masyarakat yang telah dihasilkan selama ini, mayoritas masyarakat dusun setempat masih berharap tinggi kepada pertanian.

 

Dengan adanya teknologi ini, masyarakat memiliki pandangan lain mengenai dunia bisnis. Keuntungan lain yang di dapatkan dari teknologi ini adalah ramah lingkungan. Disisi lain, hal ini  menjadi terobosan baru untuk memaksimalkan ruang yang tersedia sebagai lahan bisnis. Sebagai permulaan, Tim KKN 64 UMM mencoba menerapkan teknologi ini di dalam sekolah MI Muhammadiyah sebagai harapan agar nantinya dapat dimanfaatkan oleh para siswa dan siswi yang ada di sekolah tersebut. Hal ini didukung oleh para guru yang berada di wilayah sekolah sebagai aset agar suatu saat dapat dimanfaatkan sebagai metode pembelajaran baru dan memberikan dasar tentang pembudidayaan ikan dan sayur dalam satu wadah.

 

Kesimpulan

Dari seluruh data yang telah diutarakan sebelumnya, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa teknologi ini termasuk ramah lingkungan dan memiliki fleksibilitas tinggi dalam pengolahannya dikarenakan tidak membutuhkan ruang yang luas serta penggunaan sumber daya yang rendah sebagai salah satu keuntungan besar bagi teknologi tersebut. Sasaran dari program tersebut tidak hanya pada Ibu – Ibu dusun setempat namun juga para murid yang berada di dalam sekolah beserta para guru. Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai metode pembelajaran baru bagi masyarakat yang berada di dalam area Dusun Glugu. Tim KKN 64 UMM juga berhasil mengenalkan serta memberikan pelatihan dalam menerapkan teknologi tersebut. Ini juga menjadi salah satu tolak ukur bahwa Tim KKN 64 UMM berhasil memberikan ide kepada masyarakat terhadap lingkungan dunia bisnis baru.